Waspada Cuaca Ekstrem di Laut, Dalam 3 Hari 3 Kapal Karam

Waspada Cuaca Ekstrem di Laut, Dalam 3 Hari 3 Kapal Karam

Tranportasi.co | Beberapa hari ini laut Indonesia tengah mengalami cuaca ekstrem, terhitung sejak 3 April hingga 5 April 2021 tercatat terjadi 3 kali kecelakaan Kapal Motor (KM) akibat cuaca ekstrem.

Pertama pada 3 April 2021, Kapal Motor Empat Bersaudara yang ditumpangi 24 orang penumpang tenggelam dalam pelayaran dari Pulau Ende menuju Kampung Numba Basa Ende, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur Sabtu (3/4). Peristiwa itu menyebabkan seorang penumpang yang masih balita meninggal dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana mengatakan, peristiwa kecelakaan laut itu diketahui setelah adanya laporan dari Irmawati warga Ende pada pukul 12.30 Wita. Dia mengatakan, peristiwa tenggelamnya KM Empat Bersaudara itu berlokasi 2,29 mil laut dari Pelabuhan Pulau Ende, Pulau Flores. I Putu Sudayana mengatakan, kapal Motor Empat Bersaudara diberangkatkan dari Pulau Ende pada pukul 11.15 Wita.

Saat kapal bergerak ke Kampung Numba di tengah laut kapal nahas tersebut diterpa ombak dengan ketinggian 1-2 meter. Sehingga air laut memenuhi lambung kapal dan akan tenggelam sehingga seluruh penumpang langsung melompat menyelamatkan diri.

"Setelah menerima informasi adanya peristiwa tengelamnya KM Empat Bersaudara kami langsung melakukan koordinasi dengan potensi SAR lainnya di Kabupaten Ende dan Lanal Maumere," tegasnya.

Kemudian pada Sabtu (3 April 2021), kembali terjadi tabrakan melibatkan kapal MV Habco Pioneer dan kapal penangkap ikan KM Barokah Jaya. Sampai saat ini, penyisiran korban masih dilakukan. Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok turut menurunkan armada dalam pencarian ini.

Mereka mengerahkan kapal Patroli KN Jembio P.215 mencari di sekitar pantai Cirebon dan Indramayu, pada Minggu (4/4/2021) pagi ini. "Selain kapal Basarnas, KPLP mengerahkan Kapal Patroli KN Jembio P.215 dengan menurunkan Sea Ridernya yang dikerahkan mencari korban tabrakan kapal tersebut di pesisir pantai Cirebon dan Indramayu,” ujar Direktur KPLP, Ahmad, dalam keterangan resmi hari ini (4/4/2021).

Pada Senin 5 April 2021, sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak anomali cuaca hujan ekstrem yang berakibat angin kencang, serta gelombang tinggi. Lebih jauh dari itu, cuaca eksrem mengakibatkan satu unit kapal motor penyebrang (KMP) Jatra 1 yang tengah bersandar di Pelabuhan Bolok, Kupang, NTT tenggelam. Peristiwa tenggelamnya KMP Jatra 1 terekam dari sebuah video amatir kiriman warga yang diunggah di media sosial.

 

 

 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu