Workshop AEESEAP 2020, Ajang Meningkatkan Profesionalitas Insinyur

Workshop AEESEAP 2020, Ajang Meningkatkan Profesionalitas Insinyur

Transportasi.co | Association of Engineering Education Southeast and East Asia and the Pacific (AEESEAP) akan menggelar webinar keteknikan (dengan tema Enhancing Engineering Value Chain pada 14–15 Oktober 2020.

 

Webinar tentang engineering itu akan menampilkan sejumlah pembicara seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) sekaligus President of AEESEAP Heru Dewanto, Executive Director and CEO of Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) Michael K. J. Milligan, dan Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza.

 

Pemateri lain adalah Rektor Institut Teknologi Indonesia (ITI) Marzan Aziz Iskandar, Chief Advisor of JICA Project of Japan Accreditation Board for Engineering Education (JABEE) Yasuyuki Aoshima, President Federation of Engineering Institutions of Asia and the Pacific (FEIAP) & Deputy President of Northwestern Polytechnical University (NPU) Huang Wei, dan President of World Federation of Engineering Organization (WFEO) Gong Ke.

 

Beberapa tema dalam webinar ini antara lain Accreditation for Academic Degree; Professional Education, Bridging Engineering Education and Industry Needs; PE Certification: Continuing Professional Development; Engineering Big Data; dan PE Standardization: International MRA.

 

Workshop AEESEAP 2020 diperuntukan bagi masyarakat umum, khususnya yang terlibat dalam sektor teknik/keinsinyuran, seperti dosen dan dekan di prodi teknik perguruan tinggi, mahasiswa, pelaksana program profesi insinyur (41 perguruan tinggi se-Indonesia), para insinyur profesional di seluruh Indonesia, dan kalangan industri.

 

Workshop AEESEAP 2020 gratis dan terbuka untuk umum dengan Contact Person: WA: https://wa.me/+62812-1167-3530 atau email: sita.kupugsc@gmail.com.

 

President of AEESEAP Heru Dewanto mengatakan seminar engineering internasional itu menjadi suatu kehormatan bagi Indonesia dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

 

Tujuan digelarnya Workshop AEESEAP 2020, pertama meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur dan Asia Pasifik. Kedua, menyikapi perkembangan dunia yang memasuki era digital yang diakselerasi dengan pandemi Covid-19. Ketiga, keinsinyuran harus linked [terhubung] dengan kebutuhan sektor industri,” ujar Heru, Senin (12/10/2020).

 

Dia menjelaskan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keteknikan dapat dicapai dengan berbagai cara, seperti membangunan jaringan (networking) sehingga sesama anggota AEESEAP dapat bertukar informasi dan saling belajar.

 

Networking itu mencakup para tenaga pendidik di perguruan tinggi, industri, dan organisasi-organisasi yang terkait keteknikan. Kompetensi apa saja yang dapat dibangun didiskusikan di seminar Internasional AEESEAP yang ke-30 ini, termasuk yang dibutuhkan industri,” tuturnya.

 

Heru menuturkan salah satu tantangan pendidikan keteknikan adalah untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang engineering. “Sementera kita mengetahui arti pentingnya pendidikan teknik dan engineering menjadi ibu dari inovasi teknologi di sepanjang peradaban manusia,” ujar Heru.

 

Selain itu, katanya, pendidikan Teknik perlu mengadopsi dan adaptasi terhadap perkembangan tekonologi digital terutama di tengah pandemi Covid-19.

 

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah mengakselerasi teknologi digital yang berdampak pada metode proses belajar dan mengajar di dunia.

 

Terutam pasca-Covid-19 perlu disiapkan teaching network. Tentu saja ada perubahan saat kita memasuki era digital melalui transformasi digital. Teaching network perlu diimprovisasi sejalan dengan perkembangan teknologi digital.”

 

Heru menambahkan, terkait dengan sektor industri, saat ini banyak perusahaan besar di dunia membuka rekruitmen dengan tidak mempersyaratkan lulusan perguruan tinggi. “Menjadi persoalan besar jika perguruan tinggi keteknikan menghasilkan lulusan yang tidak siap pakai di industri. Contoh, seperti ini telah dilakukan oleh Google, yang tidak mensyaratkan lulusan perguruan tinggi. Tiga isu besar ini yang akan kita diskusikan di Workshop AEESAP 2020.”

 

Dalam Workshop AEESAP 2020, Indonesia akan memperkenalkan Rantai Nilai Keinsinyuran mualai dari hulu hingga hilir. “Artinya mulai dari pendidikan teknik di perguruan tinggi), pendidikan profesi insinyur, sertifikasi insinyur profesional, dan penyetaraan insinyur di tingkat global,” tegas Heru.

 

Mata rantai nilai keinsinyuran ini, lanjut dia, akan dibahas dalam seminar inetrnasiona ini. Pertama mata rantai standardisasi pendidikan teknik di perguruan tinggi melalui akreditasi internasional. Kedua, bagaimana pendidikan profesi dengan tema besar linked dengan kebutuhan industri. “Ketiga, sertifikasi insinyur profesional atau standardisasi insinyur profesional dan pengembangan keprofesiannya. Sehingga standar nasional keinsinyuran Indonesia dapat mencapai level internasional dengan standar yang telah disetarakan secara global,” ungkapnya.

 

Dia menambahkan beberapapoin tersebut akan diskusikan dalam workshop AEESEAP 2020 selama 2 hari. “Tujuannya pengembangan kompetensi dan profesionalisme keinsinyuran dapat dipetakan dan didesain dari hulu hingga hilir di sepanjang rantai nilai keinsinyuran sampai kepada penyetaraan internasional. Ujungnya, akan menghasilkan insinyur yang unggul, mampu berkompetisi di panggung dunia, disetarakan di panggung dunia sehingga mampu memajukan bangsa Indonesia.”
 




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu