Yuk Intip Wajah Baru Avanza-Xenia 2019

Yuk Intip Wajah Baru Avanza-Xenia 2019
Transportasi | Bagi masyarakat pecinta otomotif di Indonesia, pasti akrab dengan sebutan brand Avanza dan Xenia. Kendaraan besutan pabrikan asal Jepang, yaitu Toyota dan Daihatsu ini boleh disebut ‘mobil sejuta umat’ di Tanah Air.

 

Memasuki 2019, santer diperbincangkan , Daihatsu Xenia baru siap meluncur awal tahun depan. Seperti dikutip dari oto.com, pabrikan mobil ini, mulai mengurangi produksi model sekarang, dengan dalih memasuki musim libur akhir tahun. Apakah memang benar demikian? Jika Xenia punya wajah dan interior baru, berarti Avanza juga punya kesempatan sama.

 

Untuk diketahui, sampai saat ini model yang paling banyak diproduksi pabrik Daihatsu memang Avanza dan Xenia. Daihatsu menyuplai ke Toyota sesuai permintaan mereka. Karena Avanza lebih banyak dipesan, maka Daihatsu memproduksi dengan volume lebih banyak dari Xenia.

 

Dan konon, ubahan interior Xenia mirip Daihatsu Terios. Meski, Daihatsu tak mau berkomentar, namun menjelaskan produksi bulanan. “Pabrik Daihatsu tergolong fleksibel. Kami punya rencana produksi tiga bulanan, yang dikaji ulang setiap bulannya. Kalau ada perubahan bisa kami adjust. Itu tergantung pada permintaan Toyota. Kalau untuk Xenia baru saya kurang tahu,” jelas Rudi Ardiman, Corporate Planning Head PT Astra Daihatsu Motor.

 

Meski ia tak menjelaskan unit baru Xenia, namun Rudi menggambarkan secara umum bagaimana sebuah pabrikan mempersiapkan unit baru. “Misalnya, untuk shifting produk dari model lama ke baru bisa sekitar satu tahun. Nanti ada penyesuaian sendiri. Bisa juga empat bulan. Itu semua bergantung pada ubahan mobil. Apakah mayor change atau minor change. Kalau di Daihatsu ada tahapan pilot project (PP) 1 dan PP2. Setiap model punya tingkat kesulitan masing-masing,” jelasnya.

 

Jika perubahannya tak banyak, lanjut Rudi, maka penyesuaian tak selama itu. Untuk mobil keluarga macam Xenia, Daihatsu melihat konsumen masih suka yang spacious (lega) dan harus value for money. Apalagi, kendaraan macam Xenia punya ceruk pasar sangat luas.

 

Untuk membuat sebuah mobil baru, mereka punya riset, melihat kecenderungan besaran volume market. Dan mengacu pada sasaran target konsumen. Sebab, skala ekonomi sangat penting sekali buat manufacturing. “Intinya, dalam membuat produk (baru, Red) harus fit for Indonesia, ready for global. Untuk pasar LMPV kami pelajari terus keinginan kustomer. Kalau soal produksi mobil baru, ambil contoh Terios. Waktu itu launcing pada November 2017. Itu kita masih produksi (Terios lama) sekitar September. Soalnya kan akhir tahun masih ada penjualan stok Terios lama. Ada istilah running change di manufaktur. Kalau unit makin laku, ya running change-nya makin lama. Waktu itu permintaan Terios (lama) masih banyak,” jelas Rudi dengan semangat. (TS)




0 Komentar

Berikan komentar anda

menu
menu