Transportasi.co - PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda) menghadirkan solusi transportasi berbasis rel yang ramah lingkungan melalui layanan Mass Rapid Transit Jakarta atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Selain itu, MRT Jakarta menjadi bagian dari upaya Pemprov Jakarta dalam mengurai kemacetan guna mengurangi polusi udara asap kendaraan bermotor.
Tuhiyat, Direktur Utama PT Mass Rapid Transit Jakarta (Perseroda), mengatakan MRT Jakarta terus berkomitmen untuk berperan aktif untuk men-support menghadirkan salah satu altenatif solusi sektor transportasi ramah lingkungan melalui Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. “MRT Jakarta hadir guna mengeliminir atau me-reduce kemacetan di Jakarta dengan shifting dari transportasi pribadi ke transportasi umum,” ujar Tuhiyat.
Bahkan, lanjut dia, berdasarkan indeks kepuasan pelanggan 2024, pelanggan MRT Jakarta memberikan apresiasi lebih terhadap aspek on board, yaitu pengalaman selama menggunakan layanan. “Hal ini menunjukkan bahwa konsistensi layanan MRT Jakarta yang berstandar internasional, yaitu aman, nyaman dan andal, telah hadir sejak MRT Jakarta pertama beroperasi pada 2019,” ungkap Tuhiyat.
Saat ini, angka keterangkutan MRT Jakarta telah mencapai 111 ribu orang per hari (sepanjang 2024), melampaui target 92 ribu orang per hari. Tahun 2025, target dinaikkan menjadi 115 ribu orang per hari. MRT Jakarta menerapkan strategi untuk menarik lebih banyak masyarakat menggunakan transportasi publik sebagai moda transportasi sehari-hari seperti promo gaya hidup dan kemitraan dengan operator pengumpan (feeder).
Tuhiyat juga menyebutkan bahwa sebagai operator utama pengelola kawasan berorientasi transit, MRT Jakarta terus mendorong pembangunan dan pengembangan kawasan di sekitar stasiun dengan prinsip-prinsip TOD seperti mixed-use dan ruang terbuka hijau. “Ke depannya, selain lima kawasan TOD yang sudah kita kembangkan, akan lebih banyak lagi area di sekitar stasiun MRT Jakarta, termasuk di Fase 2A yang akan kita kembangkan dengan konsep transit dan interkoneksi,” pungkasnya.
Dia menambahkan, kehadiran moda raya terpadu di Jakarta telah menjadi katalis perubahan budaya bertransportasi masyarakat. Bahkan, lebih jauh lagi, MRT Jakarta dapat menjadi pusat informasi dan pengetahuan bagi masyarakat yang ingin belajar dan mengetahui lebih jauh tentang sistem perkeretaapian modern tersebut.
“Oleh karena itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) menggelar program eduwisata bagi publik yang ingin mengenal lebih dalam tentang operasional dan pemeliharaan MRT Jakarta, terutama sarana dan prasarana,” imbuh Tuhiyat. (*)