Transportasi.Co| Jalur fungsional jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Segmen Gending–Kraksaan telah dibuka sejak 21 Desember lalu. Tujuanya untuk mengurai kemacetan pada saat Natal dan Tahun Baru (2024/2025).
Segmen Gending-Kraksaan sepanjang 10,35 kilometer yang telah difungsionalkan merupakan paket 1 pembangunan Tahap I merupakan pembangunan dari Probolinggo sampai dengan Besuki yang terbagi atas 3 Paket Pekerjaan Konstruksi.
Paket 2 (Segmen Kraksaan-Paiton) hingga Paket 3 (Segmen Paiton-Besuki) yang masih dalam proses konstruksi. Diharapkan jalan tol ini dapat memangkas waktu perjalanan dan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalur utama pada jalan Pantura serta memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan bepergian di musim libur Nataru 2024.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo berharap tol fungsional ini bisa benar-benar memberikan manfaat untuk memperlancar jalan bagi yang mau berlibur ke Bali dan juga bisa mengurangi kemacetan di jalan nasional.
"Selama fungsional beberapa hari ini juga sudah baik," kata Dody Hanggodo, Rabu (25/12/2024).
Dody Hanggodo menyatakan bahwa pembangunan jalan tol ini masih belum selesai 100%, sehingga dengan mengedepankan sisi safety untuk kenyamanan dan kelancaran pengendara, jalan tol fungsional ini hanya dibuka satu arah dan satu jalur saja.
"Targetnya (secara keseluruhan) segmen ini akan selesai di Juli 2025," jelasnya.
Dengan adanya Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi yang terkoneksi dengan Jalan Tol Trans Jawa akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah sekitar, khususnya Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, dan sekitarnya. Sektor-sektor ekonomi akan semakin berkembang seiring dengan akses yang cepat dan lancar yang mempermudah transportasi dan logistik antar wilayah serta membantu memperlancar perjalanan para pemudik dan wisatawan yang menuju berbagai destinasi wisata di Jawa Timur, khusunya yang melintasi wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
Tak hanya menunjang infrastruktur, Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang rencananya akan dibangun pada Paket 3 (Segmen Paiton–Besuki) menyuguhkan keindahan panorama sunrise sebagai salah satu pilihan destinasi wisata bagi pengendara yang melintasi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.
PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi selaku Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi dan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan kepemilikan saham oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebesar 97,18%, PT Brantas Abipraya (Persero) sebesar 2,81%, dan PT Waskita Toll Road sebesar 0,01%.